PEMBERDAYAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Nama         : Maryati

NIM            : 1008056008

Angkatan  : 8

Tugas         : UAS ICT

DOSEN       : Dr. Hartoyo, M.A. Ph.D

____________________________________________________________

     

PEMBERDAYAAN TIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

A.    PENDAHULUAN

                    Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah belum semuanya memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Guru sebagai pengajar masih banyak yang menggunakan metode dan media konvensional dalam mengajarkan materi pengajaran, khususnya pada pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam pemanfaatan dan pemberdayaan media TIK dapat menunjang pembelajaran merupakan suatu keharusan, bukan hanya untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran, tetapi yang lebih penting adalah untuk meningkatkan penguasaan TIK baik guru maupun siswa dalam perkembangan teknologi di era globalisasi.

Keller (1998) (dalam Rusman Dkk 2011). Mengkritik penerapan metode-metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik perhatian peserta didik. Menurutnya” peserta didik harus diakses yang lebih luas dalam menentukan apa yang di ingin mereka pelajari sesuai minat, kebutuhan dan Kemampuannya”. Dikatakannya pula “bahwa guru bukanlah satu-satunya pemegang otoritas pengetahuan di kelas”. Siswa harus diberi kemandirian untuk belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar.

Pada saat ini di sekolah-sekolah telah mulai diperkenalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dalam proses pembelajaran setidaknya TIK menempati tiga peranan, yakni sebagai konten pembelajaran (standar kompetensi), sebagai media pembelajaran, dan sebagai alat belajar. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa penggunaan multimedia dalam pembelajaran menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. berbicara dan melakukan. Berdasarkan penelitian ini maka multimedia pembelajaran berbasis TIK dapat dikatakan sebagai media yang mempunyai potensi yang sangat besar dalam membantu proses pembelajaran.

Multimedia telah mengalami perkembangan konsep sejalan dengan perkembangan teknologi pembelajaran. Ketika teknologi komputer belum dikenal, konsep multimedia sudah dikenal yakni dengan mengintegrasikan berbagai unsur media, seperti: cetak. kaset, audio, dan slide suara. Unsur-unsur tersebut dikemas dan dikombinasikan untuk menyampaikan suatu topik materi pelajaran tertentu. Pada konsep ini, setiap unsur media dianggap mempunyai kekuatan dan kelemahan. Kekuatan salah satu unsur media dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahan media lainnya.

Perkembangan teknologi informasi  dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat telah membawa perubahan besar pada segala bidang, termasuk bidang pendidikan. Bila dimanfaatkan dengan tepat, maka TIK dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Pada tahun 1990-an internet mulai difungsikan sebagai sarana pendidikan. Pemanfaatan media internet di sekolah dikenal dengan E-education. Internet telah menjadi ajang eksplorasi oleh para ahli khususnya di bidang pendidikan. Berbagai peluang telah tercipta. Maka denyut nadi pendidikan seakan tak pernah berhenti. Siswa bisa mengakses pembelajaran dalam segala bidang selama 24 jam melalui internet. Tentu saja kehadiran internet bisa kita gunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah,sekolah. Di sekolah telah banyak tersedia laboratorium komputer dan fasilitas internet. Hanya memang terkendala juga oleh kondisi kemampuan guru yang tidak memiliki keterampilan menggunakan komputer.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan dan memperdayakan media internet atau TIK agar pembelajaran Bahasa Indonesia lebih menarik. Siswa tidak bosan, materi tercapai dengan baik, dan guru tidak perlu banyak memberikan ceramah di kelas. Pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

B.     PEMBAHASAN

    1.      Penggunaan Internet  dalam pembelajaran Bahasa Inodonesia

Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanya telah memberikan konstribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru, dari informasi ke transformasi. Setiap sistem sekolah harus bersifat moderat terhadap teknologi yang memampukan mereka untuk belajar dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih cerdas. Teknologi informasi yang menjadi kunci untuk menjadi model sekolah masa depan yang lebih baik.

Usaha dari anak-anak bangsa juga terus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam hal penyampaian proses pendidikan dengan menggunakan TIK.  Telkom menyatakan akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan telekomunikasi yang diharapkan menjadi tulang punggung (backbone) bagi pengembangan dan penerapan TIK untuk pendidikan serta implementasi-implementasi lainnya di Indonesia. Bahkan, saat ini Telkom mulai mengembangkan teknologi yang memanfaatkan ISDN (Integrated Sevices Digital Network) untuk memfasilitasi penyelenggaran konferensi jarak jauh (teleconference) sebagai salah satu aplikasi pembelajaran jarak jauh.

Pada tingkat pendidikan SMA dan SMP implikasi TIK juga sudah mulai dilakukan walaupun belum seperti di perguruan tinggi. TIK baru sebatas pembelajaran komputer biasa, pengenalan dan cara pengoperasiannya. TIK belum dijadikan media database utama bagi nilai-nilai, kurikulum, siswa, guru atau yang lainnya. Adapun penggunaan internet masih sebatas fasilitas tambahan bagi siswa dan guru.

Ada beberapa keuntungan atau manfaat pembelajaran melalui internet dapat dikemukakan sebagai berikut;

  1. Menjadi alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif
  2. Melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian peserta didik
  3. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran mutu belajar mengajar
  4. Membantu peserta dalam memahami materi pelajaran

Dari pernyataan diatas bagi siswa internet dapat dimanfaatkan dan diperdayakan secara positif, namun manfaat internet dalam pembelajaran bukan hanya sebagai alat pembelajaran bagi peserta didik saja., tetapi juga bermanfaat bagi para pengajar untuk meningkatkan keilmuan mereka  ke arah profesionalitas.

Melalui  pembelajaran internet  atau  online  iklim pembelajaran dan  perasaan peserta  didik   dinilai  lebih  kondusif  dan  akan  mendorong peserta didik untuk meningkatkan kadar interaksinya dalam kegiatan pembelajaran, karena dalam pembelajaran semacam ini siswa belajar  secara mandiri. Dalam perkembangannya diperlukan aplikasi-aplikasi yang menunjang interaksi antara siswa dengan guru dengan mempergunakan internet, maka dari itu diharapkan pembelajaran berbasis web yang diterapkan ini menjadi salah satu solusi pembelajaran Bahasa Indonesia 

2.     Peran Internet dalam Pembelajaran

      2.1    Pengertian TIK

Menurut Hartoyo (2010:2-4) TIK berasal dari istilah ICT yang merupakan      kependekan dari Information and Communication Technology (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Istilah TIK tersusun dari tiga huruf yang berbeda tetapi merupakan komponen yang memiliki makna erat.

1)      Teknologi

Teknologi berasal dari kata techno yang berarti teknik, seni atau keterampilan, dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Sehingga teknologi dapat didefinisikan sebagai sebuah pengetahuan ilmiah, seni, dan keterampilan. Zen (dalam Effendi, 2003:399) menjelaskan bahwa teknologi terdiri atas ilmu pengetahuan alam atau pengetahuan umum dan keahlian teknik. Komponen teknologi dihubungkan dengan pembelajaran dan perangkat/peralatan yang digunakan.

2)             Informasi

Informasi adalah data yang diproses dalam bentuk pembelajaran yang bermakna (Shore, 1988:22). Jika dihubungkan dengan pembelajaran bahasa, informasi merupakan objek atau pesan yang kita peroleh, teruskan, pertukarkan untuk tujuan tertentu.

3)             Komunikasi

Menurut Hubbley (1993:45) komunikasi merupakan proses penyampaian informasi antar individu, termasuk gagasan, emosi, pengetahuan, dan keterampilan.

Dengan demikian TIK adalah Teknologi yang berfungsi atau yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung komunkasi atau penyampaian informasi.

2.2    Potensi Internet Dalam Pembelajaran

Beberapa potensi internet dalam pembelajaran (Awan: 3-4), yaitu:

1)     Searching; search engine

2)     Collecting, MP3, garfik, animasi, video

3)     Creating, membuat web, membuat game

4)     Sharing, web pages, blog

5)     Communicating, e-mail, IM, chat

6)     Coordinating, workgroups, mailing list

7)     Meeting, forum, chatroom

8)     Socializing, beragam kelompok sosial on line

9)     Evaluating, on line test, on line advisor

10)  Buying-Selling on line

11)  Gaming, game on line

12)  Learning, jurnal on line, riset on lin

2.3    Keunggulan Multimedia Pembelajaran

Beberapa keunggulan Multimedia dalam pembelajaran (Awan: 4), yaitu:

  1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tanpak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron
  2. Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gunung, laut, gajah, dan lain-lain.
  3.  Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit, dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, berkembangnya bunga, dan lain-lain.
  4. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh seperti bulan, bintang, matahari,salju, dan lain-lain.
  5.  Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan  gunung berapi
  6.   Meningkatkan daya tarik siswa

2.4     Komponen Multimedia

1)     Teks

2)     Foto

3)     Gambar

4)     Audio

5)     Video

6)     Animasi

Gambar Diam

1)    Menampilkan satu objek tunggal

2)    Memberi kesempatan audience utk mengamati lebih lama

3)    Bisa menunjukkan hubungan skematik atau struktur

Gambar Bergerak

1) Visualisasi proses

2) Membawa audience untuk memperhatikan sesuatu detil

3) Menunjukkan hubungan antar objek

Animasi

1) Memvisualisasikan gagasan/khayalan

2)    Menghidupkan sesuatu yang mati, diam

3)    Menyederhanakan proses yang rumit, sulit

4)    Menggantikan atau menirukan benda sebenarnya

5)    Mempercepat atau memperlambat

Simulasi

1)     Menunjukkan sebab akibat

2)     Virtual laboratorium

Teks

1)     Menyederhanakan konsep yang rumit

2)     Perlu kesamaan, kesepakatan persepsi/budaya

Suara, Musik, FX

1)    Mendukung gambar

2)     Menyampaikan pesan verbal

3)     Membangun suasana

4)     Membangun emosi

3.     Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Teknologi merupakan produk kreatif manusia untuk memenuhi berbagai keperluan hidup secara efektif. Saat ini teknologi informasi termasuk karya besar manusia untuk mewujudkan segala keinginananya. Internet sebagai bagian dari produk teknologi informasi berkembang pesat dan telah membawa perubahan luar biasa pada segala aspek kehidupan manusia. Tak pelak lagi internet telah mempengaruhi pola berkomunikasi antarmanusia dalam dunia maya. Melalui internet setiap orang dapat berkomunikasi tanpa terbatas oleh jarak dan waktu. Bahkan, dunia pendidikan pun bisa memanfaatkannya sehingga kelas belajar jarak jauh tercipta.

Internet menawarkan banyak fasilitas untuk dunia pendidikan. Fasilitas komunikasi yang disediakan internet telah memungkinkan adanya kelas online menjadi kenyataan dengan mempergunakan halaman web berbasis teks, surat elektronik (e-mail), pertukaran teks secara langsung (Internet Relay Chat) dan berbagai fasilitas multimedia interaktif. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan, baik yang bersifat tertunda (delayed, seperti melalui e-mail) maupun secara langsungnatau instan (real-time, misalnya melalui IRC dan audio-video conferencing). Pengajar dan peserta didik dapat melakukan komunikasi lintas waktu sehingga pembelajaran dapat dimaksimalkan untuk pencapaian hasil belajar Sejauh ini cukup banyak penelitian dan eksperimen yang berkenaan dengan pemanfaatan komputer dan internet untul kegiatan belajar bahasa.

Dengan mencermati berbagai penelitian tersebut, tampaknya dalam pembelajaran keterampilan berbahasa para pengajar bahasa perlu melakukan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran. Berikut ini beberapa aspek keterampilan berbahasa yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan TIK dalam model pembelajarannya.

4.    Model Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia  Menggunakan Internet

Model ini dapat dilaksanakan apabila segala perangkatnya dapat dipersiapkan dengan baik. Salah satu perangkat yang tidak dapat dihindari adalah kemampuan pengajar mengenal berbagai program yang berkenaan dengan teknologi yang digunakan. Selain itu, peranti keras dan peranti lunak tersedia sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Sebagaimana   tersaji   pada   bagian topik  untuk  aspek    keterampilan berbahasa, model pembelajaran keterampilan membaca dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat teknologi, baik bersifat interaktif maupun tidak. Tata rancang model pembelajarannya tidak berbeda dengan model pembelajaran lainnya. Perbedaanya terletak pada proses kegiatan belajar mengajarnya.

Untuk memberikan gambaran mengenai model Pembelajaran keterampilan berbasis Internet, berikut ini penulis mencoba memberikan contoh Model Pembelajaran Membaca cepat Berbasis Internet.

             I. Topik             : Membaca Cepat Artikel

           II. Tujuan         : Siwa Mampu dan Memahami Membaca Cepat

Setelah KBM selesai siswa mampu membuat tulisan berdasarkan hasil

membaca cepat yang diunduh dari internet.

         III. Kegiatan Belajar Mengajar

         Langkah-langkah pengajaran

  • Siswa browsing di internet mencari bacaan untuk sumber penulisannya.
  • Siswa membuat ringkasan setiap informasi yang diunduh.
  •  Secara offline siswa melaporkan hasil kegiatan membaca cepat melalui   internet.
  •  Siswa mengurutkan informasi secara logis dari ringkasan yang telah dibuatnya.
  •    Siswa berdiskusi untuk menyempurnakan gagasan penulisan.
  • Secara online siswa mengunduh informasi tambahan untuk meyempurnakan gagasan penulisannya.
  •  Secara offline siswa mengembangkan tulisan berdasarkan informasi yang diunduh melalui internet.

         IV. Metode Pembelajaran

  • Penelusuran situs
  • Diskusi

       V.    Sumber dan Media Pembelajaran

Internet dengan berbagai situsnya

     VI. Unsur Penilaian

  •  Keruntutan Gagasan
  • Ketepatan Pengambilan Informasi
  •  Kelengkapan Informasi

C.     PENUTUP

Teknologi informasi dan Komunikasi dapat dimanfaatkan dalam segala bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. TIK tidak lagi mejadi bahan asing dalam dunia pendidikan tetapi sudah menjadi penting dan sangat mendukung dalam dunia pendidikan. Salah satu bukti pentingnya TIK adalah untuk pemerataan pendidikan dengan kondisi geografis Indonesia yang luas sangat diperlukan TIK. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah merambah berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk menyentuh dunia pendidikan. Karena itu, sekolah dan guru tidak dapat mengelak dari trend ini hanya karena persoalan anggaran atau pun persoalan keterbatasan akses dan wawasan.

pembelajaran berbasis TIK. Pelatihan tersebut baiknya diadakan di setiap sekolah dengan melibatkan seluruh guru mata pelajaran sehingga akan ada pemerataan pemahaman tentang materi pelatihan yang diberikan..

DAFTAR PUSTAKA

Hartoyo.2011.Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) Dalam Pembelajaran Bahasa.Semarang:Pelita Insani Semarang

Rusman dkk.2011. Pembelajaran  Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Rajawali Pres.

Main,Sufanti.2010.Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.Surakarta: Yuma Pustaka

 

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: