PEMANFAATAN PENGGUNAAN MEDIA TIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

Nama         : Maryati

NIM            : 1008056008

Angkatan  : 8

Tugas         : UTS ICT

DOSEN       : Dr. Hartoyo, M.A. Ph.D

____________________________________________________________

     

PEMANFAATAN PENGGUNAAN  MEDIA TIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA

            Pemanfaatan TIK dalam bidang pendidikan, termasuk  pendidikan   bahasa    ( Indonesia maupun asing ), merupakan respons  positif terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada abad modern. Oleh karena itu, penggunaan media TIK dalam menunjang pembelajaran bahasa merupakan suatu keharusan, bukan hanya untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas pembelajaran, tetapi yang lebih penting adalah untuk meningkatkan penguasaan TIK baik bagi guru maupun siswa .

Dalam konteks pembelajaran bahasa, pemanfaatan bahasa dan pemberdayaan media TIK, termasuk teknologi multimedia, dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran, yang diharapkan dapat memberikan kepuasan public dengan memberikan layanan yang prima dengan hasil sesuai dengan standard dan tujuan yang diharapkan.

Mansur Muslich  (2009;890 menyebutkan bahwa dalam pengelolahan sumber belajar/media belajar perlu mempertimbangkan: tujuan atau kompetensi yang akan dicapai, dapat memudahkan pemahaman siswa, sesuai dengan materi pelajaran, sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, karakteristik afektif , dan keterampilan motorik siswa.

Munadi ( 2008:187) menyatakan bahwa kriteria-kriteria dalam pemilihan media adalah: karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, bahan ajar, karakteristik media yang digunakan, dan sifat pemanfaatan media.

Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK ) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, TIK dengan dukungan sistem dan jaringan (network) komputer memungkinkan manusia untuk berkomunikasi dengan melihat fisik maupun mendengar suara secara langsung meskipun pihak-pihak yang berkomunikasi berada ditempat yang berbeda.

          Seperti yang dikemukakan Hartoyo  dalam makalah (Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia);(2009), bahwa teknologi dan informasi (TIK) secara umum diartikan sebagai teknologi yang memiliki fungsi penunjang proses penyampaian informasi dan komunikasi.

Perkembangan TIK yang sedemikian pesat telah berpengaruh terhadap aplikasi computer dalam penunjang pembelajaran bahasa, yang sering dikenal dengan istilah  Computer-Assisted Language Leanring (CALL). Komputer sebagai media digunakan untuk membantu pembelajar dalam pembelajaran, seperti halnya pembelajaran bahasa.

Terlepas dari komputer sebagai media, jika dimanfaatkan dengan tepat dan maksimal komputer dapat memberikan beberapa manfaat bagi siswa dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya Hartoyo mengemukakan: jika dicermati dengan seksama, salah satu permasalahan utama pembelajaran bahasa adalah isu-isu terkait dengan metode pembelajaran bahasa. Ditinjau dari sejarah perkembangan pembelajaran bahasa, telah terjadi berbagai upaya untuk mewujudkan metode pembelajaran yang lebih baik. Upaya mencari metode pembelajaran yang lebih baik selalu didasari atas kritik terhadap kekurangan metode pembelajaran yang telah ada sebelumnya. Sebagai contoh, Grammar Translation Method yang menekankan pada pembelajaran membaca, tata bahasa, dan kosa kata dianggap kurang efektif dalam membekali siswa dengan kemampuan komunikatif. Dengan dasar kritik inilah maka muncullah metode pembelajaran bahasa yang lainnya seperti Direct Methode, yang menekankan pada penggunaan bahasa yang dipelajari dalam berkomunikasi. Direct method juga akhirnya menuai kritik, dan lahir lah Audio Lingual Method, The Silent way, Suggestopedia, Community Language, Communicative Approach, hingga Total Physical Respone. Kehadiran Total Physical Respons pun menuai kritik, dan sejalan dengan perkembangan TIK muncullah gagasan untuk mengembangkan Computer-Assisted Language Learning (CALL) – Multimedia.

Memperhatikan dampak positif berbagai kajian tentang pemanfaatan TIK dalam menunjang pembelajaran di sekolah, tidak berlebihan jika di sekolah – di tanah air ini juga memiliki prospek masa depan yang memungkinkan untuk mengaplikasikan TIK dalam menunjang pembelajaran.

Faktor-faktor penunjang pemanfaatan media TIK dalam pembelajaran seperti:

  1. Tingginya motivasi warga sekolah yang ingin maju dan ingin selalu mengikuti perkembangan IPTEK terutama TIK,
  2. Dukungan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, termasuk komite sekolah, serta pemerintah daerah untuk mewujudkan ketersediaan media TIK yang memadai di sekolah.
  3. Tersedianya aliran arus listrik yang memadai hampir di seluruh sekolah, meskipun ada beberapa daerah yang belum mendapat aliran listrik dan masih menggunakan generator sebagai pembangkit listrik,
  4. Tersedianya buku penunjang penggunaan media TIK dalam pembelajaran, walaupun masih terbatas jumlahnya,
  5. Tersedianya jaringan internet, terutama di sekolah-sekolah yang sudah mandiri di perkotaan.

Faktor-faktor penghambat (kendala) yang mempengaruhi pemanfaatan media TIK dalam menunjang pembelajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Secara keseluruhan, jumlah media TIK yang tersedia di sekolah masih terbatas;
  2. Masih banyak guru yang gagap teknologi dan belum mampu betul mengoprasikan media TIK yang tersedia di sekolah;
  3. Masih kurangnya pelatihan-pelatihan pembelajaran dengan menggunakan TIK
  4. Di beberapa daerah tertentu arus listrik padam atau berubah-ubah (naik turun voltasenya)

(Hartoyo dalam makalah Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; 2009)

Berdasarkan apa yang dikemukakan di atas bagaimana peran TIK di era globalisasi ini, khusunya dalam bidang pendidikan yang terus berkembang. Seorang guru yang termasuk bagian dari penyelenggara pendidikan dituntut untuk selalu berinovasi dalam mencapai keberhasilan pembelajaran, termasuk dengan penggunaan alat yang tepat dan sesuai dengan tuntutan zaman.

Dalam dunia pendidikan peran TIK makin signifikan sampai ke daerah-daerah walaupun masih ada kendala-kendala terutama yang dihadapi oleh guru, tetapi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran mendapat perhatian serius dari pelaksana pendidikan (stakeholder)nya.

Dalam pembelajaran , media memegang peranan penting dalam mencapai sebuah tujuan belajar. Hubungan komunikasi antara guru dan peserta didik akan lebih baik dan efisien jika menggunakan media. Media dalam proses pembelajaran memiliki dua peranan penting yaitu(1) Media sebagai alat bantu (efektifitas, dan (2) Media sebagai sumber  belajar yang digunakan sendiri oleh peserta didik secara mandiri atau disebut dengan indepedent media.  Independent media  dirancang secara sistematis agar dapat menyalurkan informasi secara terarah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan ( Hamalik 1984).

Dalam proses belajar mengajar, hal utama yang harus diperhatikan oleh seorang guru   dalam  penggunaan  media  adalah  berkaitan dengan analisis manfaat dari penggunaan  media  tersebut . Ada  beberapa  alasan   yang harus   diperhatikan   dalam

penggunaan media pembelajaran berkaitan dengan analisis manfaat yang akan diperoleh sebagaimana dikemukakan oleh Sudjana dan Rivai(2002:2)yaitu:

a. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat

menumbuhkan motivasi belajar.

b. Metode pembelajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal

melalui  penuturan  kata-kata oleh guru, peserta  didik tidak bosan dan guru tidak

kehabisan tenaga, apalagi bila guru harus mengajar untuk setiap jam pelajaran.

c. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh

peserta didik dan memungkinkan peserta didik menguasai tujuan pembelajaran lebih

baik.

d. Pesrta didik lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru,tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan ,

mendemonstrasikan, dan lain-lain.

Ada lima jenis media yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu :

  1. Media Visual. Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan

menggunakan indra penglihatan yang terdiri atas media yang biasanya berupa

gambardiam atau bergerak

  1. Media Audio yaitu media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para  peserta didik untuk mempelajari bahan ajar
  2.  Media Audio- Visual yaitu media yang merupakan kombinasi  audia visual atau biasa disebut media pandang-dengar
  3. Kelompok Media Penyaji. Media kelompok penyaji ini sebagaimana diungkapkan Donald T. Tosti  dan John R. Ball dikelompokkan kedalam tujuh jenis yaitu : (a) kelompok kesatu; garfis, bahan cetak, dan gambar diam, (b) kelompok kedua; media proyeksi diam, (c) kelompok ketiga; media audio; (d) kelompok keempat; media audio visual (e) kelompok kelima; media gambar (f) kelompok ke enam; media televisi dan (g) kelompok ke tujuh; multimedia.
  4. Media obyek dan media interaktif berbasis komputer. Media obyek merupakan media tiga dimensi yang menyampaikan informasi tidak dalam bentuk penyajian, melainkan melalui melalui ciri fisik ciri fisiknya sendiri, seperti ukurannya, bentuknya, beratnya susunannya, warnanya, fungsinya dan sebagainya. Media ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu media objek sebenarnya dan media objek penganti, sedangkan media interaktif berbasis komputer adalah media yang menuntut peserta didik untuk berinteraksi selain melihat maupun mendengar.

Karena hal tersebut di atas diperlukan sebuah media pembelajaran yang mengundang siswa untuk  aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Melalui pembelajaran yang mengundang diharapkan siswa akan lebih aktif bertanya, bercerita, mengungkapkan isi hatinya, belajar secara mandiri, dan memiliki kreativitas peserta didik.

Media dalam arti terbatas (mikro) yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang  digunakan guru untuk memotivasi belajar peserta didik, memperjelas informasi/ pesan pembelajaran, memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting , memberi variasi pembelajaran, memperjelas struktur pembelajaran.

Media pembelajaran memiliki fungsi yang jelas, memudahkan dan menarik pesan pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses belajar proses. Hasil penelitian menurut Raharjo (1991) menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual, di mana 11 % dari yang dipelajari terjadi lewat indra pendengaran, sedangkan  83 % lewat indra penglihatan. Disamping itu, dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20 % dari apa yang kita dengar, namun dapat mengingat 50 % dari apa yang dilihat dan didengar.

Masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita saat ini adalah masalah lemahnya prosesnya pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, peserta didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas hanya diarahkan kepada proses kemampuan anak menghafal informasi; otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupannya sehari-hari. Akibatnya ketika mereka lulus, mereka pintar secara teoritis, akan tetapi miskin aplikasi.

Saat ini belum banyak sekolah yang memanfaatkan jaringan internet dan intranet sebagai sarana pemanfaatan TIK dalam proses pembelajarannya. Bahkan untuk mendownload materi pembelajaran dari buku elektronik pun sekolah masih mengalami kendala. Apalagi mengapload materi ke internet. Biaya akses internet masih terasa mahal, dan jaringan intranet (LAN) di sekolah pun kurang berjalan dengan baik. Padahal guru dituntut untuk pandai menggunakan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa belajar sampai ke otak.

TIK-komputer sebagai sarana untuk menunjang pembelajaran tata bahasa, memberikan kenyamanan tersendiri baik bagi guru maupun siswa. Setelah program selesai dirancang, guru tidak perlu setiap kali menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa terkait dengan tatabahasa tertentu, karena siswa dapat mempelajari  tata bahasa melalui program pembelajaran bahasa menggunakan komputer sesuai dengan ketertarikan, kebutuhan, dan waktu yang dimiliki oleh siswa tanpa harus merasa malu saat siswa membuat kesalahan dalam menjawab soal-soal latihan dan mereka dapat mempelajari kembali materi dan latihan yang belum mereka pahami.

Manfaat atau kelebihan TIK-komputer lainnya adalah komputer dapat berperan sebagai “buku referensi”. Disamping itu, computer-based reference book yang terhubung dengan jaringan internet dapat digunakan oleh banyak pengguna pada waktu yang sama, sehingga lebih efisien jika dibandingkan dengan buku pada umumnya.

Oleh karena itu, dalam kehidupan sekarang ini,  dengan derasnya arus informasi dimana berbagai pengetahuan banyak dituangkan dalam bentuk bahasa tulis, maka membaca merupakan kebutuhan setiap orang, namun karena pembelajaran bahasa dewasa ini banyak dinilai siswa membosankan, maka minat membaca pada siswa juga menjadi kurang.

Kondisi di atas merupakan tantangan bagi guru bahasa Indonesia untuk dapat  menyajikan pembelajaran bahasa yang menarik, dan siswa merasa senang belajar dan bisa memahami bacaan dengan baik. Untuk itu perlu dicari media penunjang yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia.  Media penunjang tersebut adalah menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu media teknologi internet.

Dengan adanya media pembelajaran  diharapkan siswa menjadi senang untuk membaca, sehingga pembelajaran membaca khususnya membaca ekstensif tidak lagi membosankan bagi siswa., dan pembelajaran menjadi lebih menarik dan tujuan dari materi pelajaran tercapai dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Hartoyo.2011.Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) Dalam Pembelajaran Bahasa.Semarang:Pelita Insani Semarang

Main,Sufanti. 2010. Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka

Rusman dkk.2011. Pembelajaran  Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Rajawali Pres.

About these ads
Tinggalkan komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: